<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935</id><updated>2011-04-21T17:21:54.099-07:00</updated><category term='Science'/><title type='text'>koent inc</title><subtitle type='html'>tegar meski harus merangkak</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-528113465459490402</id><published>2008-06-04T23:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T19:01:52.997-07:00</updated><title type='text'>News of Gigz</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shakey, Pemain Lama &lt;br /&gt;Yang Akan Menjadi &lt;br /&gt;Idola Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Grup musik asal kota gudeg, Yogyakarta, ini siap meluncurkan album keduanya yang &lt;br /&gt;ber-title ‘Jalan Terang’ dengan single andalan “Sepanjang Jalan” pada pertengahan tahun ini. Dengan formasi baru, akankah mereka merengkuh kesuksesan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup band yang beranggotakan Dino (Vokal), Opick (Bass), Irwan (Drum), Dion (Keyboard), dan Iwang (Gitar) ini sedang menyelesaikan proses mastering album kedua mereka di Yogyakarta. Dengan dukungan dari sang pentolan Sheila on 7 dan Jagostu, Eross Chandra, Shakey menyelesaikan recording 12 lagu baru mereka dalam kurun waktu hampir 6 bulan lamanya. Dino, sang vokalis, mengatakan bahwa musik yang mereka persembahkan dalam album kedua akan tampil lebih fresh tanpa meninggalkan ciri khas yang mereka usung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Karir musik mereka berawal sebagai salah satu dari 10 band kompilasi Indie Ten pada tahun 2001. Berdasarkan polling yang dilakukan, Shakey diberi kesempatan untuk membuat video klip atas pilihan pendengar dengan lagu “Miliki Aku”. Munculnya video klip mereka di stasiun-stasiun TV swasta semakin melambungkan nama mereka di kancah musik nasional. Alhasil, pada tahun 2004, Shakey meluncurkan album perdana mereka dengan title: ‘Shakey’.  Di bawah naungan major label, D’ Record, Shakey merampungkan 12 lagu yang dikemas dalam harmoni yang dinamis melalui single andalan “Ingin Sekali”, lalu diikuti single kedua mereka “Saat Bumi Masih Berputar” yang sering diputar di MTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengambilan kata Shakey berasal dari kata Shake yang berarti kocok. Agar tidak terdengar rancu, para personil band ini sepakat dengan nama Shakey, yaitu kata sifat yang berarti kocokan. Pengambilan nama ini tidak hanya asal-asalan saja, namun lebih mengacu kepada visi dan misi grup band ini, yaitu memadukan keselarasan dan kedinamisan melalui kocokan senar gitar yang diiringi dengan ketukan drum yang bertempo unik, cabikan bass yang bervariasi, serta karakter vokal yang mempunyai ciri khas tersendiri sehingga menghasilkan lagu-lagu yang enak didengar oleh – bahkan- manula (manusia usia lanjut) sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sempat mengalami bongkar pasang personil, kini, Shakey tampil lebih kompak dan fresh untuk menggebrak industri musik di tanah air. Persaingan antar grup band akan semakin menggeliat, apalagi Shakey diharuskan bersaing dengan rekan sejawat mereka, seperti Seventeen, Letto, Jikustik, sampai dengan Sheila on 7. Namun demikian, persaingan sehat diantara grup band ini membuat genre musik semakin beragam yang tidak mustahil akan menambah wawasan para generasi berikutnya dalam memainkan chords sehingga meningkatkan musikalitas mereka untuk memasuki industri rekaman yang diperkirakan akan semakin kompetitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kini, dengan mengusung format musik yang lebih matang dan dewasa, Shakey menawarkan lagu yang harmonis kepada para penggemar musik di tanah air. Tidak menutup kemungkinan jika Shakey akan menyusul para jawara musik di Indonesia, yaitu merengkuh kesuksesan, bahkan menggondol sejumlah penghargaan atas hasil jerih payah mereka selama ini. So, kita tunggu saja peluncuran album kedua mereka di tahun ini. Selamat datang kembali, Shakey! &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(sgt)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-528113465459490402?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/528113465459490402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=528113465459490402&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/528113465459490402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/528113465459490402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/06/news-of-gigz.html' title='News of Gigz'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-2661892877485555549</id><published>2008-05-20T23:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T23:46:05.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><title type='text'>The Mystery of the Twin Banyans</title><content type='html'>Saturday night, the south alun-alun of Yogyakarta Palace was so damp and muddy after the rain. Between the crowds, a young woman was walking slowly with her eyes shut by a bandana; her friends were walking besides her, giggling. She was trying to walk pass between the twin banyans at the center of alun-alun. Unfortunately, she failed. She cannot keep her feet straight. Just right before reaching the banyans, she veer right and keep walking to one of the goal posts at the western side of the alun-alun. Her friends burst to laughter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      It was an ordinary sight you can find at the south alun-alun of Yogyakarta. Many people were trying to pass between the twins banyans with closed eyes but most of them usually ended on the west or east side of the banyans. Dina (20), the young woman, still cannot believe that she was walking to the right side of the banyans. Her feeling tells her that she was walking straight. “I was walking straight! I am sure that I was walking straight, but why I’m ended in at this silly goal post?” she stated with bewildering eyes and her friends still burst in laughter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      The twin banyans have been a great mystery for the Jogjanese for hundreds of years. They believe the superstition that the twin banyans can fulfill the wish of anyone who is able to walk pass between them with their eyes closed. But still, for hundreds of years, only a few people were able to beat the banyans’ challenge. &lt;br /&gt;The crowd was filled by many people from various place and age. Some of them came there to take the challenge of beating the banyans and some of them came there just to feel the breeze and taste wedang ronde, a hot traditional Javanese beverage. There are so many wedang ronde sellers at the alun-alun. In fact, the alun-alun is circled by wedang ronde sellers. They are not only selling wedang ronde but also roasted corn and some other hot beverages such as tea, ginger tea, and coffee.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Gimin (34), one of the wedang ronde seller said that the place is always crowded by youngsters every Saturday night and most of them tried to take banyans challenge. “I have tried to walk pass through those trees before and I succeeded once. And, yes, my wish was coming true. I thank the banyans. But actually the best time to take the challenge is at midnight and what you should do is not just walking through the trees with your eyes closed but also walking from one to another hole at the fence which circling each of the banyans. I’ve done it before and the banyans really fulfilled my wish.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      That is the story of the banyans but I still have one question which will always be a mystery for me; what kind of wish which will be fulfilled by the banyans? I have taken the challenge, I do all the rules, and I succeeded. But my wish did not coming true. Did the banyans hate me, or my wish is too great for them to accomplish? Only the banyans know. However, it was a good challenge and if the banyans cannot actually fulfill your wish, the cool breeze, the ginger tea or the roasted corn is worth trying.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-2661892877485555549?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/2661892877485555549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/2661892877485555549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/05/mystery-of-twin-banyans.html' title='The Mystery of the Twin Banyans'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-1207369619984066258</id><published>2008-05-20T23:41:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T23:46:48.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><title type='text'>Sejarah Tradisi Upacara Tingkeban</title><content type='html'>Upacara Tingkeban adalah satu dari bermacam-macam tradisi upacara masyarakat Jawa, khususnya masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Upacara yang diadakan untuk memperingati tujuh bulan usia kandungan ini – hanya - dilakukan bagi wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dalam tradisi masyarakat Yogyakarta - baik dari golongan rakyat biasa maupun golongan bangsawan (priyayi) yang hidup di lingkungan kraton - upacara ini merupakan upacara terpenting diantara upacara-upacara tradisional yang lain. Jika upacara ini diabaikan, masyarakat Jawa - khususnya masyarakat di Yogyakarta - percaya bahwa hal tersebut akan mengakibatkan gangguan terhadap keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Disamping itu, banyak orang beranggapan bahwa melahirkan anak tanpa – sebelumnya - mengadakan upacara Tingkeban ini disebut ngebokake anak: menyamakan anak tersebut dengan seekor kerbau. Hal ini telah banyak dilukiskan oleh Clifford Geertz dalam bukunya yang berjudul The Religion of Java (20, 45). Oleh karena itu, masyarakat diharuskan mengadakan upacara Tingkeban walaupun dengan acara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejarah atau asal usul terjadinya upacara Tingkeban di dalam masyarakat Jawa - khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta - akan diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada jaman kerajaan Kediri diperintah oleh Raja Jayabaya, ada seorang wanita yang bernama Niken Satingkeb. Ia menikah dengan seorang punggawa kerajaan yang bernama Sadiyo. Dari perkawinan ini, lahirlah sembilan orang anak. Akan tetapi, nasib malang menimpa mereka, karena dari kesembilan anak tersebut tak ada seorangpun yang berumur panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sadiyo dan Niken satingkeb tidak putus asa dalam berusaha dan selalu berdoa agar mempunyai anak lagi yang kelak tidak bernasib malang seperti anak-anak mereka sebelumnya. Segala petuah dan petunjuk dari siapa saja selalu mereka perhatikan, tetapi tidak ada juga tanda-tanda bahwa istrinya mengandung. Maka, pergilah suami istri tersebut menghadap raja untuk mengadukan kepedihan hatinya dan mohon petunjuk sarana apakah yang harus mereka lakukan agar dianugerahi seorang anak lagi yang tidak mengalami nasib seperti anak-anaknya terdahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang raja yang arif bijaksana itu terharu mendengar pengaduan Nyai Niken Satingkeb dan suaminya. Maka, beliau memberikan petunjuk agar Nyai satingkeb - pada setiap hari Tumbak (Rabu) dan Budha (Sabtu) - harus mandi dengan air suci dengan gayung berupa tempurung kepala yang disebut bathok disertai dengan membaca doa seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hong Hyang Hanging Amarta, Martini Sarwa Huma, humaningsun ia wasesaningsun, ingsun pudyo sampurno dadyo manungso.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Setelah mandi, ia memakai pakaian yang serba bersih. Kemudian dijatuhkan dua butir kelapa gading melalui jarak antara perut dan pakaian. Kelapa gading tersebut digambari Sang Hyang Wisnu dan Dewi Sri atau Arjuna dan Sumbadara. Maksudnya adalah agar jika kelak anaknya lahir, ia mempunyai paras elok atau cantik seperti yang dimaksud dalam gambar itu. Selanjutnya, wanita yang hamil itu harus melilitkan daun tebu wulung pada perutnya yang kemudian dipotong dengan keris.&lt;br /&gt; Segala petuah dan anjuran sang raja itu dijalankannya dengan cermat, dan ternyata segala yang mereka minta dikabulkan. Semenjak itu, upacara ini diwariskan turun-temurun dan menjadi tradisi wajib bagi masyarakat Jawa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-1207369619984066258?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/1207369619984066258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/1207369619984066258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/05/sejarah-tradisi-upacara-tingkeban.html' title='Sejarah Tradisi Upacara Tingkeban'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-7158002451208192584</id><published>2008-04-15T19:32:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T19:33:50.682-07:00</updated><title type='text'>Selingkuh = Pria atau Wanita?</title><content type='html'>Berdasarkan hasil penelitian, 2/3 laki-laki di seluruh dunia pernah berselingkuh. Benarkah laki-laki lebih mempunyai kecenderungan untuk melakukan hal tersebut dibandingkan dengan wanita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, dari hasil survey terkini yang dilakukan oleh sebuah majalah pria dewasa ternama, 50, 7% pria Indonesia pernah berselingkuh, sedangkan presentase wanita berselingkuh adalah 50, 8 %. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey tersebut (hanya) dilakukan terhadap 329 responden wanita. Bandingkan dengan jumlah reponden pria yang mencapai 1500 partisipan.  So, menurut anda pribadi, siapa yang lebih mempunyai kecenderungan melakukan perselingkuhan, laki-laki atau wanita? Apakah anda salah satunya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip sebuah judul album grup band: “peace, love, and respect”, merupakan kiat jitu untuk menjaga hubungan anda dan pasangan. Selamat mencoba dan semoga berbahagia!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Padahal saya sendiri tidak berbahagia -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-7158002451208192584?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/7158002451208192584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/7158002451208192584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/04/selingkuh-pria-atau-wanita.html' title='Selingkuh = Pria atau Wanita?'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-3939416654244256580</id><published>2008-04-02T04:54:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T04:59:15.941-07:00</updated><title type='text'>Awas, Demam Berdarah Mengintai Kita!</title><content type='html'>Demam Berdarah, atau istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bule&lt;/span&gt;-nya "Dengue" mulai "merajai" lagi. So, petunjuk di bawah ini akan berguna buat anda. Selamat membaca! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Demam Berdarah itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi Demam Berdarah disebabkan oleh virus. Pasien yang menderita Demam Berdarah kadang-kadang mengalami pendarahan. Pendarahan dapat terjadi pada hidung, gusi atau kulit. Terkadang penderita juga mengalami muntah berupa cairan berwarna hitam pekat. Ini mengindikasikan adanya pendarahan usus pencernaan dan hal ini merupakan maslah yang serius. Penderita Demam Berdarah yang mengalami pendarahan terjangkit Demam Berdarah Hemorraghis (DHF). Penderita Demam Berdarah jarang berkembang menjadi ’shock’, dan disebut Sindrom Kejut Demam Berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan saya dapat terkena Demam Berdarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam Berdarah dapat menjangkit ketika tiba-tiba anda mulai merasakan demam. Demam tersebut akan mencapai 103-105 derajat Fahrenheit atau 39-40 derajat Celsius. Demam akan disertai rasa sakit kepala yang hebat (terutama pada kepala bagian depan), rasa nyeri di bagian belakang mata, rasa sakit dan nyeri pada tubuh, timbulnya ruam pada permukaan kulit serta rasa mual dan muntah. Demam akan mereda dalam waktu 5-7 hari. Bagi beberapa penderita, demam akan mereda dalam 3 atau 4 hari, lalu akan muncul kembali. Namun, gejala-gejala dan tanda-tanda diatas bisa juga tidak akan nampak pada penderita. Penderita akan merasakan kegelisahan setelah menderita Demam Berdarah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bermacam-macam jenis demam, seperti apakah demam pada penderita Demam Berdarah itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat demam pada Demam Berdarah berbeda dengan demam lainnya, yaitu dengan adanya rasa sakit pada bagian belakang mata, rasa nyeri yang sangat pada otot, rasa nyeri yang sangat pada persendian, dan timbulnya ruam pada wajah. Ciri-ciri tersebut besar kemungkinannya merupakan ciri Demam Berdarah.  Rasa nyeri pada persendian yang disebabkan karena Demam Berdarah merupakan suatu alasan kenapa Demam Berdarah disebut juga sebagai Demam Perusak Tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seseorang dapat terjangkit Demam Berdarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam Berdarah terjadi karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang telah terinfeksi. Jenis nyamuk ini memiliki ciri khas berupa adanya bintik-bintik putih pada tubuh dan kakinya, dan sangat mudah dikenali bahkan oleh orang awam sekalipun. Nyamuk jenis ini berkembang biak di air yang bersih dan mempunyai jarak terbang hanya sekitar 100-200 meter. Nyamuk tersebut mendapatkan virus Demam Berdarah setelah menggigit manusia yang terinfeksi virus Demam Berdarah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah saya tertular Demam Berdarah melalui orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam Berdarah tidak dapat secara langsung ditularkan dari seseorang ke orang yang lain. Demam Berdarah hanya dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah terinfenksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan virus Demam Berdarah berkembang setelah terkena infeksi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuknya virus ke dalam tubuh manusia, maka virus itu akan berkembang biak dalam organ kelenjar getah bening. Gejala-gejala akan nampak ketika virus tersebut telah berkembang biak dalam jumlah yang banyak sehingga muncul gejala-gejala Demam Berdarah. Gejala-gejala tersebut biasanya akan timbul setelah (rata-rata) 4-6 hari terinfeksi virus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah seseorang yang menderita Demam Berdarah tidak terlihat sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Banyak sekali kasus yang terinfeksi virus ini tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejala-gejala menderita Demam Berdarah. Bagi setiap penderita Demam Berdarah dengan gejala dan tanda-tanda seperti diatas, rata-rata hanya 4-5 orang yang tidak menunjukkan gejala atau hanya mengalami gejala ringan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana penyembuhannya? Apakah dapat disembuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan penyakit lain yang juga disebabkan oleh virus, tidak ada obat khusus bagi penderita Demam Berdarah. Antibiotik tidak mampu menyembuhkan. Paracetamol (yang dapat dibeli tanpa resep) adalah obat yang dapat menurunkan demam dan meredakan rasa sakit pada persendian. Obat-obatan lain seperti Aspirin dan Brufen seharusnya dihindari karena obat-obatan tersebut dapat meningkatkan resiko pendarahan. Para dokter harus berhati-hati dalam memberikan resep. Beberapa jenis obat yang dapat menurunkan fungsi keping darah seharusnya dihindari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Demam Berdarah berbahaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinfeksi virus ini dapat berbahaya karena dapat merusak pembuluh darah. Kerusakan dapat bergerak dari meningkatnya penembusan pembuluh darah, kebocoran plasma darah ke beberapa organ lalu merusak pembuluh darah secara total sehingga mengakibatkan pendarahan. &lt;br /&gt;Gejala dan tanda-tanda dari Demam Berdarah Hemorraghis dan Sindrom Kejut Demam Berdarah berkaitan dengan rusaknya pembuluh darah dan kekacauan fungsi komponen darah yang membantu terjadinya penggumpalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Demam Berdarah dapat mengakibatkan kematian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menderita Demam Berdarah tidak memiliki resiko kematian, tetapi beberapa diantaranya berkembang menjadi Demam Berdarah Hemorraghis dan Sindrom Kejut Demam Berdarah. Beberapa penderita kasus ini mengalami kematian. Dengan pengobatan yang teratur, penderita Demam Berdarah Hemorraghis dan Sindrom Kejut Demam Berdarah dapat sembuh secara total. Pengobatan yang baik secara berkala dapat menyelamatkan banyak nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan seseorang yang menderita Demam Berdarah harus ke Rumah sakit atau berkonsultasi ke Dokter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses berkembangnya Demam Berdarah Hemorraghis dan Sindrom Kejut Demam Berdarah biasanya terjadi setelah 3-5 hari menderita demam. Pada situasi tersebut, demam biasanya menurun. Hal ini membuat kita berpikir bahwa penderita sudah sembuh. Hal ini sebenarnya merupakan periode paling berbahaya dimana para perawat diwajibkan untuk memiliki kewaspadaan tinggi.  Gejala dan tanda-tanda yang harus diperhatikan adalah rasa sakit yang hebat pada daerah perut, muntah berkelanjutan, pendaharahan pada beberapa tempat, pendarahan pada kulit yang berupa bintik kecil berwarna merah atau keungu-unguan, pendarahan hidung, pendarahan gusi, cairan muntahan berwarna hitam pekat seperti aspal. Bawalah pasien ke rumah sakit bilamana kedua tanda tersebut ditemukan, yaitu adanya rasa sakit pada bagian perut dan muntah berkelanjutan. Biasanya kita sangat terlambat jika menunggu tanda adanya pendarahan. &lt;br /&gt;Jenis demam yang paling berbahaya adalah Sindrom Kejut Demam Berdarah. Jenis ini dikenali dengan adanya rasa haus yang amat sangat, pucat dan kulit terasa dingin (karena tekanan darah rendah), gelisah dan merasa lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada vaksin untuk mencegah Demam Berdarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah vaksin telah dikembangkan untuk mencegah Demam Berdarah tapi masih dalam masa percobaan.  Vaksin tersebut belum ada di pasaran. Perkembangan ilmiah sangat memungkinkan membantu pencegahan Demam Berdarah melalui vaksinasi pada beberapa tahun kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada efek jangka panjang dari penderita Demam Berdarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita Demam Berdarah biasanya akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Beberapa diantaranya mungkin akan merasakan lelah selama beberapa minggu. Namun, jika gejala-gejala masih nampak pada periode ini, berkonsultasilah ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah nyamuk penyebar Demam Berdarah tinggal?&lt;br /&gt;Nyamuk jenis Aedes Aegypti tinggal di tempat terbuka, kloset dan tempat-tempat gelap lainnya. Selain itu, mereka tinggal di tempat yang sejuk dan teduh. Nyamuk betina jenis ini meletakkan telur-telurnya di genangan-genangan air dan di sekitar rumah, atau di tempat-tempat lain. Telur-telur tersebut akan berkembang menjadi jentik-jentik nyamuk dan tumbuh dewasa dalam waktu 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengurangi perkembangbiakkan nyamuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyamuk Demam Berdarah berkembang biak secara tersebar, pada genangan-genangan air. Tempat yang paling disukai untuk berkembang biak adalah di tong-tong minyak, kaleng bekas, pot, keranjang bekas, vas bunga, penyiram air tanaman, tangki air, botol bekas, panci bekas, ban bekas, dsb. &lt;br /&gt;Untuk mencegah perkembangbiakkan nyamuk, bersihkanlah (keringkan) genangan-genangan air dari tempat-tempat tersebut diatas. Jauhkan benda-benda yang terdapat genangan air dari rumah anda. Kumpul dan hancurkan kaleng-kaleng bekas, tempat dimana terdapat genangan-genangan air, seperti: botol bekas, tas plastik bekas, panci bekas, ban-ban bekas, dll.&lt;br /&gt;Jikalau sangat tidak memungkinkan untuk membersihkan sumber genangan air tersebut secara tuntas, gunakanlah TEMEPHOS, yaitu obat serangga (atau dengan merk Abate) 1 ppm (sepermili) menurut petunjuk lokal untuk mencegah berkembangnya jentik-jentik nyamuk agar tidak tumbuh dewasa.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara saya menghindari gigitan nyamuk agar tidak terkena Demam Berdarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada cara untuk mengetahui apakah seekor nyamuk membawa virus Demam Berdarah atau tidak. Akan tetapi, anda harus melindungi diri anda sendiri dari segala gigitan nyamuk.  &lt;br /&gt;Nyamuk Demam Berdarah menggigit pada waktu siang hari. Intensitas penggigitan tertinggi adalah 2 jam setelah timbulnya matahari dan 2 jam sebelum tenggelamnya matahari. &lt;br /&gt;Kenakanlah pakaian lengan panjang dan daster panjang untuk sebisa mungkin menutupi bagian tubuh anda.&lt;br /&gt;Gunakan obat anti serangga – hindarkan dari anak-anak dan orang lanjut usia dalam penggunaannya. &lt;br /&gt;Nyalakan juga obat nyamuk bakar dan elektrik pada waktu siang hari untuk mencegah Demam Berdarah. &lt;br /&gt;Pasang kelambu pada tempat tidur anda untuk melindugi anak-anak, orang lanjut usia dan atau siapa saja yang sedang beristirahat pada siang hari. Manfaat dari penggunaan kelambu ini dapat disertai dengan penggunaan permethrin (pyrethroid insecticide). Kelambu seperti ini disebut ’Kelambu yang Berinsektisida’ dan juga digunakan menyeluruh untuk mencegah Malaria.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada anjuran bagi penderita Demam Berdarah untuk mencegah penularan penyakit kepada orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penularan Demam Berdarah dari seorang penderita ke orang lain sangatlah mungkin. Penderita harus dilindungi agar tidak terkena kontak dengan nyamuk. Hal ini dapat dicapai yaitu dengan menjamin bahwa si penderita beristirahat di tempat yang telah dipasangi kelambu. Tindakan ini akan mencegah  penggigitan oleh nyamuk terhadap penderita dan juga menghindari terinfeksinya nyamuk serta penularan ke orang lain. &lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan para dokter untuk menyembuhkan Demam Berdarah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien yang diduga menderita Demam Berdarah Hemorraghis atau Sindrom Kejut Demam Berdarah harus dirawat di rumah sakit tanpa harus ditunda lagi.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah Demam Berdarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masyarakat adalah kunci utama dalam pencegahan Demam Berdarah. &lt;br /&gt;Seperti yang telah diuraikan diatas, pencegahan Demam Berdarah sangat bergantung pada pencegahan perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti  penular Demam Berdarah. Setiap keluarga dapat melakukan tindakan yang sangat sederhana untuk mencegah adanya genangan air yang nantinya akan menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti, yaitu dengan cara membersihkan (mengeringkan) air yang terdapat pada berbagai macam jenis kaleng bekas, mengganti/menguras air secara rutin, juga membersihkan vas bunga dan menyingkirkan atau memusnahkan benda-benda lainnya yang tidak terpakai. &lt;br /&gt;Karena nyamuk tidak terbang jauh, ”pembersihan rumah” oleh seluruh anggota masyarakat akan menjamin tidak adanya tempat perkembangbiakkan untuk nyamuk, mencegah terjadinya wabah Demam Berdarah.&lt;br /&gt;Strategi utama dalam pencegahan dan kontrol Demam Berdarah adalah dengan ”pengurangan sumber Demam Berdarah”, atau pencegahan tempat perkembangbiakkan, seperti yang telah disebutkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau terjadi perjangkitan atau wabah Demam Berdarah, apa strategi kita?&lt;br /&gt;Pencegahan penyebaran tempat tinggal nyamuk adalah tugas tersisa yang harus dilakukan. Untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran, dapat dilakukan tindakan tambahan berupa ”pengasapan”, menggunakan mesin pengasap. Dalam pengasapan, kita menggunakan insektisida yang mempunyai efek bunuh cepat terhadap nyamuk dewasa. Pengasapan yang dilakukan setelah terjadinya wabah merupakan tindakan yang terlambat dalam usaha pencegahan Demam Berdarah.  Pengasapan akan lebih efektif jika dilakukan dalam jangka waktu 3-4 hari. Hal ini membutuhkan banyak waktu dan biaya. Namun demikian, tindakan-tindakan yang diambil oleh masyarakat, bagi masyarakat, untuk mencegah perkembangbiakkan nyamuk jauh lebih murah daripada sekali tindakan pencegahan akan terjadinya perjangkitan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: WHO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-3939416654244256580?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/3939416654244256580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=3939416654244256580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/3939416654244256580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/3939416654244256580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/04/awas-demam-berdarah-mengintai-kita.html' title='Awas, Demam Berdarah Mengintai Kita!'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-4739623521749941926</id><published>2008-03-31T04:13:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T04:31:23.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><title type='text'>A PSYCHOANALYSIS STUDY IN JOHN STEINBECK’S THE CHRYSANTHEMUMS</title><content type='html'>What makes a short story interesting is when the readers are persuaded to know exactly about the certain element of a fiction such as characters and certain symbols. Here, in John Steinbeck’s short story titled The Chrysanthemums, we are offered by such interesting element. The main character in John Steinbeck’s The Chrysanthemums is a woman named Elisa Allen who lost her happiness, frustrated her marital life and being barred from doing certain thing that she wish for and treated unequally by men. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Abrams, “character is a person presented in dramatic or narrative work who are interpreted by the reader as being endowed with moral and dispositional qualities that are expressed in what they say and what they do” (1981: 21). From this we can interpret ourselves what kind of person Elisa Allen from The Chrysanthemums is. But it is not enough to interpret the character by noticing what the character do or say, since John Steinbeck put chrysanthemums as Elisa Allen’s favorite flower and the most important, as the title of the short story. Eliade in Images and Symbols stated that “symbols reveal the deepest secret of human way of thinking and it is very important to help understanding the hidden secret of human being” (1961: 12). Chrysantemums must have some contributions about the character.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To start the analysis of John Steinbeck’s The Chrysanthemum, there is one approach will be applied. This approach is and psychoanalytic. The approach will apply on the fiction, The Chrysanthemum, is psychoanalysis. Psychoanalysis was first introduced by Sigmund Freud from year of 1900 until the year of 1940. Freud central hypothesis is that human behavior is determined in large part by unconscious motives. Freud himself is regarded as the explorer and mapper of the unconscious. Psychoanalysis can be applied in some subject: social science, history, biography, religion, and especially, literature. There are three heading of Freud’s concept theory of personality: principal structural concept, principal dynamic concept and principal developmental concept. Psychoanalytic helps the writer to identify about the characterization of Elisa Allen in The Chrysanthemum that influenced by social determination in relation with feminism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psychoanalytic was introduced by Sigmund Freud. Psychoanalytic tries to reveal the working mind of a character. Freud symbolize human mind as an iceberg, the tip above the water represent consciousness mind, and the vast region  below the surface represents unconscious mind. This Freud’s symbolization will be applied in the characterization of Elisa Allen. Abrams stated that character is a person presented in dramatic or narrative work who is interpreted by the readers as being endowed with moral and dispositional quality that are expressed in what they say- the dialogue- and by what they do-the action(1981: 20). Psychoanalytic will be helpful to reveal the hidden or unconscious human mind in the character of Elisa Allen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Through the fiction, it is predictable that Elisa Allen lives beyond the control of the principal structural concept introduced by Freud named superego. Superego is internal representative of the traditional values, ideals, and moral standards of society and enforced by means of a system of reward and punishment imposed upon the child. Superego has conflict with ego. Ego is a structure develops out of the Id, to discharge tension in connection with out side world. Superego is society ideal of a person and Ego is reality need of a person. When the need or wish or instinct is blocked, that is, when it cannot secure its original object choice, the energy of the instinct is diverted (displaced) to substitute object. This is Freud most developmental concept known as Displacement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realizing her limited and determined life, Eliza declares her dissatisfaction of culture as a conflict between personal happiness and cultural obstacles. From the Steinbeck’s The Chrysanthemum, it can be proven how the society, where Elisa Allen lives, becomes the subject uses their culture to define women how to be a woman that cause’s big influence to woman’s working mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Characterization of Elisa Allen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Through the short story, the characterization of Elisa Allen only provided in appearances only:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“She was thirty-five. Her face was lean and strong and her eyes were as clear as water. Her figure looked blocked and heavy in her gardening costume, a man’s black hat pulled low down over her eyes, clod-hopper shoes, a figured print dress almost completely covered by a big corduroy apron with four big pockets to hold the snips.”(p.283)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Her face was eager and mature and handsome; even her work with the scissors was over-eager, over powerful.”(p.283)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the beginning of the story, we may assume that there is nothing wrong with the daily life Of Elisa Allen. But when her husband asked her to have a dinner at a restaurant in Cominos Hotel, Elisa responds it:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Of course I’ll like it. It’s good to eat away from home”. (p.284)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From the sentence above, a prediction arises, that Elisa has a wish, or need, to experience life outside her house. When the tinker comes to her house and tells her about her life, Elisa‘s desire to experience or have adventures becomes stronger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He drew a big finger down the chicken wire and made it sing.” I ain’t in any hurry, ma’am. I go from Seattle to San Diego and back every year. Takes all my time. About six month each way. I aim to follow nice weather.”(p.286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“That sounds like a nice kind of a way to live.” She said. (p.286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elisa realizes that life such the tinker has is something she really wanted and attract her. She then makes a confession about it to the tinker unconsciously:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I’ve never lived as you do, but I know what you mean. When the night is dark-why, the stars are sharp-pointed, and there’s quiet. Why you rise up and up! Every pointed star gets driven into your body. It’s like that. Hot and sharp and- lovely” (p.288)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“It must be nice,” She said. “It must be very nice. I wish women could do such things.”(p.288)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, unfortunately, the tinker gives a response that Elisa never thought which disagree with Elisa perception. The tinker himself can not give the reason of it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“It ain’t the right kind of a life for a woman.”(p.288)&lt;br /&gt;“How do you know? How can you tell?” She said.”(p.289)&lt;br /&gt;“I don’t know, ma’am,” He protested. (p.289)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Believing that she can live the world as same as the men do, Elisa tells the tinker about rival he may compete with.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“You might be surprised to have a rival sometime. I can sharpen scissors too. And I can beat the dents out of little pots. I could show you what a woman might do. (p.289)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The meeting with the tinker realizes Elisa that she has a kind of life she wanted to have life more wide than she has now. The tinker’s impression about her flower, chrysanthemum changes her thought. She finds that men might understand women’s thought and what women want. But after knowing what the tinker has done to the chrysanthemum she gave to, she realizes that what she first thought is something impossible. Elisa finds it’s too difficult to understand what’s in men’s mind:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Henry, at those prize fight, do the men hurt each other very much?”(p.291)&lt;br /&gt;“Do any women ever go to the fight?” She asked.(p.291)&lt;br /&gt;“Oh, sure, some. What’s the matter, Elisa? Do you want to go? I don’t think you’d like it but I’ll take you if you really want to go.”(p.291)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, no. No. I don’t want to go. I’m sure I don’t.”(p.291)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elisa Allen is a woman who lives in isolation. The form the isolation itself is women’s matter, households. She unconsciously has a wish, a desire to have a life more interesting which is the same with what men’s has. As the wish is repressed into her unconscious mind, she releases her energy to discharge the tension she has by taking care the chrysanthemums she does for years and cleaning her house, a hard –swept looking little house, with hard-polished windows and a clean mud-mat on the front steps. The repression of Elisa’s Wish itself is caused by the conflict between her Ego and Superego. Her ego here is her desire to have and to experience a life outside her house and to have romantic marriage. The superego of Elisa Allen is that she is not supposed to have a life of what her ego need to manifest. And the conflict’s result is that she must follow the women ideals according to society. But the meeting with the tinker brought her mind to prioritize her individual wish. Unfortunately she failed to manifest her wish because social determination to women is to strong. Elisa Allen is a character who is actually live in isolation, boredom, unromantic marriage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Symbolical Meaning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Sylvan Bernet, In an Introduction to Literature, “Usually symbol is stressed by the author. The stress may take form in long description and frequent appearances. If a symbol is not stressed by the author, still it can be recognized by it in appearance” (1994:9). In John Steinbeck’s The Chrysanthemum, chrysanthemum flower described frequently from the beginning of the story until the end of it. Chrysanthemums also become the central of the story conflict.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In psychoanalysis term based on Freud’s concept, chrysanthemum is the substitute object where Elisa releases her energy to discharge the tension in his mind (displacement). Thus, it must be having certain meaning that related with Elisa herself. The existence of chrysanthemum as a symbolical object might have certain meaning and the meaning itself could be anything.&lt;br /&gt;First, we can predict that chrysanthemums, the flower that Elisa Allen proud of, symbolizes children. When we first read the story, we may wonder that something is missing in Elisa, a twenty five Years old women’s marriage. That chrysanthemum might symbolize children is supported by descriptions how Elisa taking cares her Chrysanthemum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “No aphids were there, no sow bugs or snails or cutworms. Her terrier fingers destroyed such pest before they could get started.”(p.283)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How Elisa takes care the chrysanthemums, flowers that she work on which becomes ten inches across, representing a child that she will always protected from any disturbances. When her husband, Henry Allen, compliments her flower, she shows him her proud. But it will not take a long time until Henry asked her to work out the orchard and to raise some apples as big as the chrysanthemum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I wish you’d work out in the orchard and raise some big apples that (the chrysanthemums) big” (p.284)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s remaining that Henry regards Elisa as a tool to reproduce and work only in household just like ordinary women. Unfortunately, Elisa shows her agreement to Henry about it:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maybe I could do it, too. I’ve a gift with things, all right”(p.284)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The second meaning of the chrysanthemum is that the flower might symbolize and describe Elisa Allen herself. A question may arise, why did Steinbeck use chrysanthemum? Why not other flower? Chrysanthemum is a kind of flower, which has many usages, especially for medication. There is a possibility that Steinbeck wanted to symbolize Elisa with the chrysanthemums in meaning that he wanted the readers to know that Elisa is a person who has special quality, such as the chrysanthemums, as an individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elisa is a woman who lives in isolation, after she meets the tinker and knowing his interesting adventure, she wish that she could touch the outside world. She symbolizes it by giving some of the chrysanthemum to the tinker to give it to a woman the tinker knows who want chrysanthemums. But when the Elisa finds out that he throws it away in the road after leaving her house, she realizes she can’t touch and experience the life outside her house. Elisa finds that her life will never change and she must live her life she never wanted until she died. It caused by the power of the society which is male dominated and stereotypes and defines women of how to be a woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conclusion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basically, the main character of John Steinbeck’s The Chrysanthemum, Elisa Allen, is a woman who live in boredom, frustration, and limitation because of the pressure of her social construct. She has no children, unhappy marriage, and isolation. She spent her daily life by take care her favorite flower, chrysanthemum to release her boredom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elisa’s mind has conflict between her ego and superego. Her ego is her dream for having a life she really wanted outside her house, because she spends her daily life in house hold matter only, and her superego is a social construct which determines her life for having a kind of life that most of women have. Because Elisa life is beyond her superego, her energy to fulfill her ego is blocked, that’s why she chooses her favorite, flower, chrysanthemums as a substitute object to fulfill her ego.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-4739623521749941926?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/4739623521749941926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=4739623521749941926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/4739623521749941926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/4739623521749941926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/03/psychoanalysis-study-in-john-steinbecks.html' title='A PSYCHOANALYSIS STUDY IN JOHN STEINBECK’S &lt;em&gt;THE CHRYSANTHEMUMS&lt;/em&gt;'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-2653664723751311630</id><published>2008-03-17T04:03:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T04:41:05.920-07:00</updated><title type='text'>Sekat-sekat Krusial Dialog Agama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh Edy A Effendi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, manusia menciptakan satu Tuhan yang merupakan Penyebab Pertama bagi segala sesuatu dan Penguasa langit dan bumi. (Wilhelm Schmidt, The Origin of Idea of God)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARUS besar globalisasi, sering kali menjebak manusia pada upaya melupakan nilai-nilai kodrati yang hadir dari sang Maha Sublim. Nilai-nilai kodrati, yang didalamnya menghimpun ruang-ruang kesadaran pribadi manusia, seharusnya hadir bersamaan ruang gerak kehidupan manusia sehari-hari. Tapi fenomena luar, yang tumbuh berbarengan arus globalisasi, mendesak manusia untuk melupakan bahkan meminggirkan nilai-nilai kodrati itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah globalisasi menggilas kesadaran manusia untuk bercermin dan melihat diri kembali. Tapi benarkah arus besar globalisasi selalu menghadirkan nilai-nilai buruk bagi kesadaran manusia, kesadaran agamawan, pendeta, teolog, kiai dan kesadaran para pemeluk teguh nilai-nilai agama itu? Bukankah kesadaran pribadi manusia bisa dibentuk melalui berbagai ragam kesadaran, agar ia selalu mengenang nilai-nilai kodrati di tengah arus besar globalisasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks inilah, seharusnya nilai-nilai kodrati para pemeluk teguh agama itu, berjalan beriringan dengan fenomena global kehidupan nyata, yang didalamnya tumbuh semangat progresif untuk perbaikan hidup manusia. Atau mungkin di antara kita, akan sulit menciptakan ruang-ruang kesadaran baru melalui dialog bersama dalam ruang-ruang teologis, karena di dalamnya masih tertinggal aura mitos, bahwa manusia masa lampau kurang lebih sama dengan kita. Padahal, sebenarnya kehidupan sprititual mereka agak berbeda. Mitos itu akan menjadi abstrak dan berada di luar jangkauan kita. Ini bisa disamakan dengan notasi musik yang tetap tidak bisa dimengerti bagi kebanyakan kita, sehingga notasi perlu ditafsirkan secara instrumental agar kita dapat menikmati keindahannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada titik inilah, dialog antara agama, seperti halnya upaya memahami notasi musik, susah diwujudkan. Karena para pemeluk agama, sering dibingkai aura mitos; bahwa agama yang mereka peluk, adalah wujud kebenaran sejati. Para pemeluk teguh agama itu, sering kali melihat agama mereka sendiri menjadi sumber kebenaran dan menengok agama lain sebagai bingkai kesesatan. Maka dialog-dialog agama yang sering kali hadir dalam konstelasi kehidupan bangsa Indonesia, tak ubahnya sebuah dialog yang hanya masuk dalam tataran permukaan. Ia tak mampu masuk dalam ruang-ruang teologis yang mampu membongkar substansi dari sebuah teks. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ruang-ruang teologis ini menjadi perlu dikaji karena perbedaan tafsir terhadap suatu teks, seperti keberadaan Isa al-Masih atau Yesus Kristus, dan soal monoteisme, menjadi perbedaan substansial dari dua agama terbesar yang bersemayam di ranah Indonesia: Islam dan Kristen. Jika ruang-ruang teologis ini dijamah oleh para penganjur dialog antara agama, ia akan membuka wacana baru dalam spektrum dialog antar agama. Sebuah spektrum dialog yang didalamnya dirimbuni iklim dialogis dengan mengusung argumentasi tekstual dan mencoba membongkar tradisi dialog agama yang hanya menyuguhkan isu-isu toleransi dan sikap keberagamaan antar pemeluk agama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekat-sekat dialog &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi John F Haught, Guru Besar Teologi Universitas Georgetown, AS, baik catatan-catatan sejarah maupun pertimbangan-pertimbangan ilmiah filosofis, keduanya tampak memperkuat keputusan yang serba kabur itu: keputusan perihal dialog agama dengan berbagai sandaran ilmiah. Dari segi sejarah, beberapa contoh yang sudah jelas: penyiksaaan oleh gereja terhadap Galileo pada abad ke-17 dan tersebarnya agama serta teologi yang antiteori evolusi Darwin pada abad ke-19 dan 20. Lambatnya pemikiran keagamaan (teologi) menerima gagasan-gagasan ilmiah seperti itu, dan fakta bahwa banyak orang yang beriman kepada Tuhan masih membenci mereka, memberi kesan bahwa agama tidak akan pernah bisa akur dengan kajian-kajina ilmiah. Oleh karena ada begitu banyak orang yang beriman kepada Tuhan menolak temuan-temuan astronomi, fisika, dan biologi, apakah kemudian meng-herangkan bahwa agama secara inheren memang memiliki sifat bermusuhan dengan sains, dengan ilmu pengetahuan, dengan kajian-kajian ilmiah? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Haught mencatat masih ada hal yang lebih penting dari pertimbangan-pertimbangan historis ini, yaitu kendala-kendala filosofis (khususnya epistemologis) yang diberikan oleh agama dan teologis terhadap kaum skeptik ilmiah. Masalah utama di sini, ialah bahwa pemi-kiran-pemikiran keagamaan tampaknya tidak bisa diuji berdasarkan pengalaman. Rupanya, mereka mau mengecualikan diri dari ketatnya pengujian oleh publik, padahal kajian-kajian ilmiah (sains) selalu menguji pemikiran-pemikiran melalui pengujian terbuka. Kalau penelitian empirik membuktikan bahwa sebuah hipotesis ilmiah itu ternyata keliru, sains dengan suka rela membuangnya dan mencoba mencari cara lain dengan tetap patuh pada proses pengujian yang sama ketat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inilah pertanyaannya dapatkah anda melakukan hal yang sama dengan ajaran-ajaran agama? Bukankah mereka menghindari semua percobaan untuk membuktikan kebenaran mereka berdasarkan pengamatan? Bukankah kaum teis, misalnya, terus saja percaya kepada Tuhan kendati mereka menyaksikan segala hal ihwal di dunia ini, termasuk penderitaan dan kejahatan? Bukankah Yudaisme misalnya, berkata tentang Tuhan sebagai berikut, "Sekalipun Dia membunuhku, aku akan tetap percaya pada-Nya?" Bukankah karena itu semua interpretasi religius terhadap dunia, pada dasarnya, tidak terpengaruh oleh pandangan kontradiktif terhadap agama itu sendiri, sesuatu yang kita sungguh-sungguh alami? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari jejak sejarah itu, tampak susah menelusuri dialog agama dengan kajian-kajian ilmiah dan membongkar ruang-ruang teologis yang menjadi perbedaan krusial dari berbagai agama yang ada. Perbedaan-perbedaan krusial yang bernuansa teologis ini seharusnya menjadi teks terbuka untuk didialogkan sebagai wilayah kajian teks. Karena di tepi lain, khususnya di wilayah fiksi, pembongkaran terhadap teks normatif agama sudah dikerjakan oleh sastrawan. Tengoklah novel The Da Vinci Code karya Dan Brown, yang mampu membongkar sebuah kebenaran yang disembunyikan rapat-rapat selama beradad-abad ini. Novel yang melahirkan reaksi keras dari Vatikan ini, bisa menjadi pelajaran berharga bagi para pemuja dialog antara agama, bahwa teks-teks krusial dalam wilayah agama bisa dilucuti dengan pendekatan ilmiah atau kajian serius yang disertai riset dan pendataan yang memadai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mempersoalkan hubungan agama dan ilmu pengetahuan untuk mencari kebenaran dalam soal dialog antar agama, bukanlah persoalan tabu. Pernyataan-pernyataan ini berkait erat dengan upaya untuk mempertegas hubungan sinergis antara keduanya. Jadi sebenarnya antara agama dan kajian-kajian ilmiah, memiliki potensi untuk saling mendukung. Hanya saja perbedaan yang nyata, ilmu pengetahuan, tidak mau menerima begitu saja segala sesuatu sebagai yang benar. Ia harus diuji secara ilmiah dan penelitaan objektif untuk melihat sebuah kebenaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara agama, bersandar pada asumsi-asumsi keyakinan. Agama bertumpu pada imajinasi liar yang memiliki keterkaitan dengan iman, sementara sains atau ilmu pengetahuan bertumpu pada pada fakta yang diamati. Agama merujuk pada emosi, penuh gairah dan subjektif, sedangkan sains atau ilmu pengetahuan, berusaha untuk tidak memihak, tidak terlalu bergairah dan objektif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;*Staf Pengajar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-2653664723751311630?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/2653664723751311630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=2653664723751311630&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/2653664723751311630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/2653664723751311630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/03/sekat-sekat-krusial-dialog-agama.html' title='Sekat-sekat Krusial Dialog Agama'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-2776676463914707968</id><published>2008-03-17T04:00:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T04:21:03.581-07:00</updated><title type='text'>Pers : Peristiwa Minus Makna (WAJIB DIBACA)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh Arswendo Atmowiloto &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada sadarnya sebuah peristiwa tak pernah berdiri sendiri, lepas dari persoalan lain-yang bisa dirumuskan dengan pasar atau pemerintah. Bahkan idiom "God given the news", seperti jatuhnya pesawat terbang atau gunung meletus pun, ada penelusuran kemanusiaan yang menjadi sebab dan akibat. KIKI Fatmala disebut oleh ibunya sebagai anak durhaka. Lalu terjadi maaf-maafan. Kemudian "kutukan" sang ibu terdengar lagi ketika sakit dan tak punya duit. Dhani Dewa dicerca ayahnya ketika dikabarkan menikah dengan Wulan Kwok-atau Wulan siapa. Dhani balas dengan mengatakan bahwa ayahnya yang selama ini poligami. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengada-ada ketika membaca atau mendengar berita seperti ini, meskipun dari pemberitaan memenuhi persayaratan. Ada peristiwa, didukung data dan fakta, diolah menjadi sebuah laporan. Jadilah sebuah berita. Begitulah mekanisme dinamis pers. Namun tersisa pertanyaan yang mengiringi : sedemikian gawatkah hubungan antara ibu-anak atau ayah-anak, sehingga bisa begitu leluasa saling menghujat, menggugat, dan melaknat? Sudah sedemikian bobrokkah hubungan saling menghormati dan saling menghargai antara orang tua dengan anaknya? Kita tak pernah tahu apa yang sesungguhnya terjadi, karena gambaran yang diberikan hanya sepotong-sepotong. Hanya riak-riak peristiwa, ketika sumber berita berteriak. Itulah yang tercetak atau terlihat telak di layar televisi, dengan dengan tangisan, kepiluan, atau kalimat arogan atau bahkan, adegan pingsan. Barang kali kita akan mengatakan begitu dunia pers jenis infotainment-istilah yang maksa, dan tak ada padanannya dalam istilah pertelevisian-namun juga terlihat pada berita politik. Ada yang tidak ada, dalam proses pemberitaan seperti ini. Dan yang tak ada itu adalah makna. Sebenar-benarnya apa maknanya pertengkaran anak dengan orang tua atau istri dengan suami, selain menarik perhatian sesaat? Siapa yang "sesat" dan "menyesaatkan" dalam adu mulut atas kemelut ini? Sumber dan Samber Dari contoh di atas, terlihat bahwa hubungan sumber berita dengan pencari berita, sebatas pada "busa-busa yang meluap dari gelas". Isi gelas yang sebenarnya tak diceritakan, tidak dimasukkan dalam bingkai persoalan. Yang ada lebih visual atau tekstual dari seorang ibu yang memurkai anaknya. Any who is this lady? Dan kemudian jawaban sang anak, yang juga tidak menjelaskan apa latar belakang hubungannya selama ini. Sedikit berbeda, tapi ini contoh lain di mana bingkai permasalahan yang mendasari terlupakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adalah pengarang tetralogi yang mengalami karyanya dengan novel "Laskar Pelangi", bernama Andrea Hirata. Diberitakan (Kompas, 26/02/08 hal. 32) novel laris itu tak akan pernah diterbitkan kalau temannya tidak mengirimkan. Andrea mengatakan ketika berada di Universitas Diponegoro, Semarang. Sudah, begitu saja. Yang tak disertakan adalah ada pembicara lain dalam obrolan itu, dan terutama alasan utama kehadiran sang pengarang di situ-yaitu dalam kaitan soal karang mengarang secara safari di lima universitas. Ini tidak mengada-ada, karena inti berita diangkat adalah soal bagaimana menerbitkan. Jawaban sumber berita dalam konteks tersebut, bukan yang lain. Satu kalimat menjelaskan, akan lengkap gambaran yang diberikan. Namun, agaknya pencari berita, menganggap sumber berita, bisa disamber begitu saja. Dikutip, dipotret, dan dimuat. Padahal dengan satu kalimat penjelasan, bingkai itu akan menempatkan secara kontekstual. Ada alasan, ada latar belakang kehadirannya di universitas itu, bukan tiba-tiba turun dari langit. Kebiasaan samber dari sumber berita, dalam teori jurnalistik, lebih banyak terjadi dalam liputan demontrasi atau peperangan. Dalam peristiwa demo, pencari berita yang kesulitan menemukan koordinatior lapangan atau pemimpin demo, akan memilih siapa saja yang ada di barisan demo untuk diwawancarai. Bisa mewakili, bisa pula bias. Dari segi komunikasi, memang begitulah gambaran umum : sebuah mobil melintas di jalanan, akan lebih mudah diingat mobil merek apa atau warna apa, dibandingkan nama jalanan atau suasana sekitarnya. Padahal keberadaan mobil melintas tak bisa dipisahkan dari jalanan itu, dan latar belakangnya. Kalau mobil diganti pesawat helikopter yang jatuh, itu sebuah peristiwa, itu sebuah berita. Mempunyai nilai berita dibandingkan dengan becak yang tergeletak. Bingkai yang membedakan kenapa helikopter milik TNI AU ketika disewa pengusaha-di antaranya dari Singapura,-- dan apa yang sebenarnya berlangsung selama ini. Kasus Watergate yang menjatuhkan Presiden Nixon dimulai dari penyadapan telepon yang menemukan bingkai lebih bermakna sebagai peristiwa. Kalau helikopter diganti dengan timbunan kayu hutan dan pembalakan liar yang tersebar, sebenarnya bisa ditarik lebih dalam dari sekadar "pertengkaran" Menteri Kehutanan dengan Kapolri. Kalau pemasangan pesawat televisi LCD di setiap lantai dan setiap lorong di gedung Dewan Perwakilan Rakyat ditelusuri-juga ternyata lebih banyak untuk melihat program siaran luar negeri dibandingkan sebagai monitor sidang-sidang, kita akan menemukan gambaran yang lebih lengkap, dan tidak terperangkap oleh berita lepas tanpa kaitan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buih dan Buah Ketidakutuhan pengabaran ibarat kata hanya memberikan buih-buih dari gelas bir, bukan buah, di mana masyarakat menjadi lebih mengerti dan memahami. Tradisi pers yang kokoh dan bermartabat yang dibumikan oleh para pendiri pers kita, mulai dari P.K. Ojong, Jakob Oetama, Rosihan Anwar, Mirta Kartahadireja, Goenawan Mohamad, sampai dengan Ishadi SK, Karni Ilyas, menjadi samar bekas-bekasnya. Martabat yang ditradisikan dengan menghormati sumber berita, menjalin hubungan yang tidak sesaat, penyampaian yang berimbang, dan juga beragam, di samping secara intern, ke dalam, mendidik wartawan penuh semangat dan tak bisa diikat dengan amplop dan jenis pemberian lain. Tradisi yang terbukti berhasil, baik dari segi perusahaan pers itu sendiri, ataupun informasi yang dibuahkan dalam jangka panjang. Mereka inilah pendiri dan penerus tradisi pers yang dibakukan agak ambigu, sebagai pers yang bebas dan bertanggung jawab. Pada sadarnya sebuah peristiwa tak pernah berdiri sendiri, lepas dari persoalan lain-yang bisa dirumuskan dengan pasar atau pemerintah. Bahkan idiom "God given the news", seperti jatuhnya pesawat terbang atau gunung meletus pun, ada penelusuran kemanusiaan yang menjadi sebab dan akibat. Pada titik ini, sumber berita, atau tokoh-tokoh, melahirkan peristiwa karena prestasi yang dilakukan. Bukan semata keterkenalan itulah prestasinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita masih ingat penyanyi dangdut Maria Eva-yang kita baru tahu ia penyanyi dari peristiwa ketika adegan mesum dengan anggota DPR beredar dan dipersoalkan. Pemberitaan yang menjadikan ia selebritas, justru dalam kapasitas mesum. Pers dengan lugas mengutip keterangannya di mana dan kapan ia menggugurkan kandungan. Tanpa ada refleksi atau pertanyaan : sejak kapan menggugurkan kandungan di negeri ini bebas dilakukan? Saat ini, memang ada pergeseran-pergeseran dalam menyertakan makna dalam interaksi komunikasi. Di antara belantara yang berantakan berbagai peristiwa, kita masih bisa menemukan bentuk yang cerdas dan mencerdaskan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari media elektronika, "Suara Anda" (Metro TV), mewujudkan dengan bernas. Ada bingkai utama yang didialogkan, sehingga makna sebuah peristiwa lebih dimengerti. Dari segi acara, "Kick &amp;amp; Andy" (saya lebih suka menyebut King Andy, mirip acara Live with Larry King), yang dipandu Andy Noya, membuka wawasan yang tak dimiliki talks show lainnya. Untuk media cetak, pemilihan People of the Year (Seputar Indonesia), atau majalah Trubus dengan pilihan tokoh penggerak masyarakat merupakan sajian yang prima. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya memilih dan menyajikan secara bebas dan bertanggung jawab melalui penelitian dan penjurian, melainkan juga memberi makna, memberi inspirasi bermutu bagi khayalaknya. Inilah pers yang bebas, dengan sendirinya bertanggung jawab, sekaligus memberikan makna sebuah peristiwa. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-2776676463914707968?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/2776676463914707968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=2776676463914707968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/2776676463914707968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/2776676463914707968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/03/pers-peristiwa-minus-makna-wajib-dibaca.html' title='Pers : Peristiwa Minus Makna (WAJIB DIBACA)'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-5603152821065245072</id><published>2008-02-01T03:30:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T03:50:55.212-08:00</updated><title type='text'>Doa Orang Yang  Menderita</title><content type='html'>&lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;font-family:georgia;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Doa yang benar dapat melegakan &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;seseorang dari kungkungan penderitaan, namun saya tidak yakin bahwa kelegaan itu akan dapat diperoleh begitu saja. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;font-family:georgia;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dalam berdoa, o&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;rang pastilah menengadah selayaknya pengemis yang meminta-minta sedekah atau seperti pembeli yang menyodorkan daftar barang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;font-family:georgia;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Doa bukan&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;lah pengajuan daftar permohonan tawar-menawar dengan Tuhan, melainkan “pernyataan kesadaran” akan anugerah dan perlindungan dari Tuhan yang tidak terbalaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;font-family:georgia;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dalam Kej 32:1-21, Yakub menunjukan kepada kita bagaimana harus berdoa pada saat mengalami ketakutan dan kesesakan. Ia tidak memohon untuk menyingkirkan dan melumpuhkan kekuatan abangnya, Essu, tetapi Yakub hanya ingin agar Tuhan mengurangi rasa takutnya dengan meyakinkan diri bahwa Tuhan berada di pihaknya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;font-family:georgia;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dalam doanya, Yakub&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: georgia;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" align="justify"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tuhan aku tidak menuntut Engkau dan tidak pula menawarkan apa-apa kepadamMU. Engkau telah memberiku jauh lebih banyak dari pada yang aku harapkan. Hanya, ada sebuah alasan mengapa aku menghadapMu pada saat ini, yakni karena aku membutuhkanMu. Aku takut AKU HARUS MENGHADAP kepadaMu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-5603152821065245072?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/5603152821065245072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=5603152821065245072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/5603152821065245072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/5603152821065245072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/02/doa-orang-yang-menderita.html' title='Doa Orang Yang  Menderita'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-6903461328271765588</id><published>2008-02-01T03:23:00.000-08:00</published><updated>2008-03-17T04:37:30.239-07:00</updated><title type='text'>Mentari</title><content type='html'>&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0infont-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mentari akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; terbit lagi...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0infont-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Lirik-lirik ladang caci &lt;/span&gt;yang pernah mendesing&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0infont-family:georgia;" align="justify" &gt;(kini) tidak&lt;span lang="sv-SE"&gt; berpawai bersama&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;ku lagi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0infont-family:georgia;" align="justify" &gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku tidak lagi dicaci...Alangkah senangnya!”&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0infont-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kini, aku m&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;encari akar-akar damai di terik sinar mentari&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0infont-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Anak &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;yang pernah hina ini sanksi bermimpi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0infont-family:georgia;" align="justify" &gt;Esok hari dapat rejeki dan akan selalu berbakti&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="western" style="FONT-WEIGHT: normal; MARGIN-RIGHT: 0in" align="justify" face="georgia"&gt;&lt;span lang="nb-NO"&gt;Barang&lt;/span&gt;&lt;span lang="nb-NO"&gt;kali damaiku disini bersemi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-6903461328271765588?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/6903461328271765588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=6903461328271765588&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/6903461328271765588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/6903461328271765588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2008/02/mentari.html' title='Mentari'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-3929715128548914195</id><published>2007-12-13T06:45:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T06:47:53.000-08:00</updated><title type='text'>Bayangan Digaris Lamunan</title><content type='html'>Susana sedang dipinggir pantai.&lt;br /&gt;Seorang lelaki berjalan gontai dengan membawa sebotol minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buih-buih itu memberi gambaran atas lamunanku. Buih-buih itu memberi pelarian atas bayanganmu. Wajah merah tatkala engkau merangkak naik dalam aliran darahku. Bayanganmu berkelebat elok dalam warna-warna pelangi di pelupuk mataku. Aku tertawa, aku tertawa. Aku tertawa atas wajahmu yang hadir dalam lamunanku. Aku tak tahu mengapa aku selalu melamunkanmu. Membentuk garis-garis cantik dalam bayanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ting! Aku tahu, aku tahu sekali kawan. Kau lihatlah di depanmu itu. Gulungan ombak berderu membentuk tebing-tebing yang curam. Mendorong, menerpa, bergulung-gulung, dan siap melumat sesak di dalam dadamu.  Aku tahu penderitaan di dalam dirimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bukan! Bukan penderitaan yang kurasakan, tapi???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi apa?! Bayangan itu selalu mengikat disetiap helaian nafasmu dan kau tak mampu melawan tiupan badai samudera ini. Dan kau, kau tak mampu memberi ’dermaga’ yang elok. Kau tak mampu memberi layar yang terbentang. Kau tak mampu menjadi biduk tambatan hati bayangan nan elok itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi, aku masih mempunyai batu karang. Aku masih mempunyai pasir. Aku mempunyai mutiara cantik. Akan kubangun istana yang megah di atas batu karang dengan pasir putih, dan akan kuhiasi dengan tebaran mutiara dari samudra yang paling dalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu,  kenapa matamu bercucuran air mata? Apakah kau tak mampu menjala bayanganmu? Apakah bayangan itu terhapus oleh gelombang ombak dan gemuruhnya air samudera? Apakah bayangan itu terpikat oleh umpan nelayan lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tak tahu ! Aku tak tahu ! hentikan semua pertanyaanmu itu! Dengar, dengarkan aku. Yang aku tahu, aku berada di pantai ini. Yang aku tahu, aku dibatas air dan pasir. Yang aku tahu, aku digaris batas kehidupan. Yang aku tahu, di depanku gelombang ombak siap menerjangku. Yang aku tahu, di belakangku hamparan pasir siap mengubur aku. Dan, di atasku matahari memanggang tubuhku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ha...ha...ha, kau goblok, tolol! Pakai, lalu lihatlah dengan sebuah kaca mata kuda agar kau dapat melihat dengan lurus dan satu arah! Di depanmu itu adalah bahtera yang akan membawa hidupmu ke dalam surga dunia. Kau akan digoyang oleh gelora nafasmu seperti gelombang yang naik turun, berayun-ayun, berkejar-kejaran, saling memburu dalam satu lautan. Di belakangmu itu adalah hamparan permadani yang ditumbuhi bunga, wangi-wangian yang akan ditaburkan dalam setiap langkahmu. Dan, lihatlah pohon kurma itu! Pohon itu memberi harapan bagimu. Tengadahkan wajahmu! Matahari telah tepat di atasmu. Dia akan menyatukan engkau dengan bayanganmu, menyatukan setiap aliran darahmu, helaian nafasmu, dan menjadi teman dalam hidupmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tiba-tiba lampu mati. Lelaki itu hanya terdiam termenung, diiringgi musik dan nyanyian sampai melirih dan menghilang. Sebuah tarian mengelilingi. Lelaki itu bingung mencari bayangannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah…ah, dimana, dimana hai kau?! dimana kau?! Aku tak pernah memakai kaca mata kudamu itu! Aku tak pernah merasakan surga dunia! Aku tak..tak pernah lalui hamparan permadani! Aku tak pernah mempunyai teman dalam hidupku! Persetan dengan semua itu!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Terdiam dan termenung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dimanakah kamu? Engkau membuat aku pusing. Aku akan mengejarmu tapi botol-botol ini seperti mengikat kakiku, meremukkan semua tulang-tulangku, dan mencairkan semua isi dalam otakku. Aku benci akan semua itu! Aku benci kenapa aku mengambil jalur ini! Kenapa aku tak mengambil jalur seperti mereka?! Mereka yang setiap kali diantar sampai ketujuan, yang setiap kali dapat bercinta di dalam mobil pribadinya. Apakah aku salah jalur? Hah, apakah aku salah jalur?!”&lt;br /&gt;”Tidak! Engkau tidak salah. Engkau sudah benar. Engkau selalu kutolong setiap kali engkau akan memunculkan ilusimu; memunculkan apa saja yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa kamu? Engkau telah menganggu aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Perkenalkan, aku ini temanmu yang berada di dalam botol-botol itu. Engkau selalu datang padaku disaat engkau ingin melepaskan segala kepenatan hidup; menggapai impianmu. Engkau tidak sendiri. Engkau punya aku dan teman-teman di luar sana yang juga sedang menggapai kebahagiaan mereka. Kami selalu bersenang-senang, tertawa, menari, bercinta, dan bahkan masih banyak macam kebahagiaan lain yang kami kemas dalam botol. Kami-pun menyediakan dalam bentuk paket-paket siap saji.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi, engkau bisa membantu aku? Engkau bisa menjadikan semuanya nyata? Engkau bisa merubah garis-garis jingga ini menjadi bidadari cantik? Sungguh?!  Buktikan jika engkau memang bisa mewujudkannya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Berilusi, bersetubuh dengan wanita cantik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Datanglah padaku, ayo mendekatlah sayang, sambutlah pangeranmu ini...arrgghhh... Ah, mengapa engkau ambil kembali dariku? Akan kupuaskan hasratku bersama bidadari cantikku...arrgghhh… (orgasme)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aha, cukup saja perkenalan dari mister Al. Kalau anda ingin lebih, kami menyediakan dalam paket-paket siap saji. Atau, anda juga bisa menghubungi kami di 0815…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh, engkau jahat! Engkau biarkan aku. Engkau meninggalkan aku begitu saja. Engkau biarkan aku merana. Jangan  pergi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aha, jangan sekalipun memohon kepadaku, karena aku bukanlah pohon. Aku adalah seekor kupu-kupu yang manis; yang bisa terbang kemanapun aku mengepakkan lukisan indah dalam sayapku. Aku juga bisa menjadi rajawali yang siap menyambar anak ayam seperti engkau. Aku akan membawamu terbang tinggi menuju mega-mega, kemudian, aku koyak hidupmu dengan cakar-cakar mautku. Lalu, aku akan berpesta...hahaha...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tunggu, jangan tinggalkan aku! Tolong jangan tinggalkan aku!(ambruk terjatuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Seorang wanita berpakaian putih mendatangi. Beberapa pengawal berpakaian hitam-hitam mengelilingi wanita itu. Sambil membawa kendi berisi air, kemudian, disiramlah laki-laki itu agar tersadar. Sesaat, mereka pergi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa aku harus terbangun? Kenapa aku harus merasakan dinginnya air ini? Kenapa engkau ambil aku dari lamunanku? Biarkan aku hidup dalam khayalanku! Kenapa aku selalu hidup dalam gemerlapnya dunia dan selalu pula aku nikmati dalam kesendirianku? Tak seorangpun mengetahui hal ini! Tak seorangpun aku biarkan mengambil separuh hidupku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (penulis) berkata: ”Tak seorangpun yang akan mengambil  hidupmu atas kepergiannya. Namun, engkau telah dilahirkan kembali ke dalam hidupmu yang nyata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh Ir. Beny – pengasuh teater SMA tarakanita Jakarta yang kini bekerja di PT. Freeport Indonesia - pada 5 mei 2003. Diedit dengan ’bingung’ oleh Koent, S. S., karena penggunaan kata-kata yang rancu; juga, si penulis meminta karyanya dipostingkan tanpa pernah mengungkapkan maksud/isi atau setidaknya menceritakan tema dari tulisan ini. Membingungkan memang :p)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-3929715128548914195?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/3929715128548914195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=3929715128548914195&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/3929715128548914195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/3929715128548914195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2007/12/bayangan-digaris-lamunan.html' title='Bayangan Digaris Lamunan'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-8872891144765607120</id><published>2007-12-13T06:35:00.001-08:00</published><updated>2007-12-13T06:43:39.319-08:00</updated><title type='text'>Memaknai Arti Cinta</title><content type='html'>Kepada sahabat-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ibarat kupu-kupu. Semakin kita mengejarnya, maka ia akan semakin menghindar. Tapi bila kita membiarkan ia terbang, ia akan menghampiri di saat yang tak terduga.&lt;br /&gt;Cinta bisa membahagiakan, tapi sering pula menyakiti.&lt;br /&gt;Cinta membuat kita merasa selalu kekurangan.&lt;br /&gt;Dalam cinta, selalu tidak pernah cukup yang dapat kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukanlah sebuah perkara bagi seseorang untuk menjadi ‘sempurna’, melainkan sebuah perkara untuk menemukan seseorang yang bisa membantu kita dalam melakukan yang terbaik dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Sampai kapanpun, kita tidak akan pernah bisa mendapatkan cinta seperti yang diinginkan. Kita hanya bisa memperoleh cinta yang tulus, yang bisa diberikan seseorang kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan: ”aku cinta padamu”, bila kita tidak benar-benar peduli.&lt;br /&gt;Jangan membicarakan perasaan bila hal itu tidak benar-benar ada.&lt;br /&gt;Jangan kita menyentuh hidup seseorang bila berniat mematahkan hatinya.&lt;br /&gt;Jangan kita menatap mata bila apa yang kita kerjakan hanya bohong belaka.&lt;br /&gt;Satu hal terkejam yang bisa dilakukan adalah membuat seseorang jatuh cinta, dan hingga pada saatnya kita menyakitinya, lalu, ’meludahi’ pula pada saat dia telah berhasil terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita benar-benar  mencintainya,  jangan pernah katakan:&lt;br /&gt;1. ”ini salahmu”, akan tetapi:  “maafkan aku ya?”&lt;br /&gt;2. “kamu dimana?”, melainkan: “aku disini, kenapa?”&lt;br /&gt;3. “kok bisa sih kamu begitu?”, akan tetapi: “iya, aku ngerti”&lt;br /&gt;4. “coba, seandainya kau….”, melainkan: “terima kasih engkau begitu”&lt;br /&gt;Sebab, cinta adalah sebuah perkara menjadikan ’aku’ dan ’kamu’ untuk menjadi ’kita’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tolok ukur untuk saling memahami bukanlah seberapa lamanya waktu yang telah dihabiskan bersama, melainkan seberapa baiknya hubungan tersebut.&lt;br /&gt;Sebab, cinta akan kehilangan maknanya bila kita belum pernah mengalami ’rasa sakit’ kemudian berhasil menyembuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat2-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patah hati akan bertahan selama kita menginginkannya, dan akan mengiris luka sedalam kita membiarkannya.&lt;br /&gt;Tantangannya bukanlah bagaimana cara bisa mengatasi, tapi apa yang bisa kita ambil sebagai hikmahnya.&lt;br /&gt;Sebab, lawan dari cinta bukanlah membenci, melainkan sikap ’tidak peduli’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sedang jatuh cinta, biarkanlah. Tetapi, jangan sampai terobsesi. Jangan pernah untuk ’memaksakan’.&lt;br /&gt;Berbagi, dan, bersikaplah adil dalam segala hal.&lt;br /&gt;Pengertian dan cobalah untuk tidak menuntut.&lt;br /&gt;Bersiaplah untuk terluka dan menderita sekalipun, tapi jangan simpan semua rasa sakit itu.&lt;br /&gt;Sebab, bila kita mati-matian untuk mendapatkan cinta, tugas akan terasa berat dan hasilnya akan kecil.&lt;br /&gt;Namun, bila kita berusaha untuk selalu memberikan cinta, tugas akan terasa kecil dan hasilnya akan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat-sahabatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menguasai yang (telah) bukan milik kita.&lt;br /&gt;Melihat seorang yang dicintai berbahagia dengan orang lain sudah tentu membuat patah hati.&lt;br /&gt;Namun, akan lebih patah hati apabila  mengetahui bahwa  seorang yang  dicintai ternyata tidak bahagia dengan kita.&lt;br /&gt;Sebab, tiada kejutan yang lebih ajaib daripada mengetahui bahwa diam-diam kita dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-8872891144765607120?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/8872891144765607120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=8872891144765607120&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/8872891144765607120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/8872891144765607120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2007/12/memaknai-arti-cinta.html' title='Memaknai Arti Cinta'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-1530092963796278236</id><published>2007-12-13T06:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T06:34:53.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><title type='text'>History of English Literature</title><content type='html'>The Transformation of Daphne&lt;br /&gt;1.Ovid uses the theme of Cupid’s Revenge in this story is by telling that cupid took revenge on Apollo because he Ridiculed Cupid’s Power. Apollo, who had successfully killed python, a legendary sea serpent, mocked him by saying: “O, Silly Youngster”.”What are you doing with such weapons? Those are for grown-ups!” ”The torch, my boy, is enough for you to play with to fear love-fires burning.” It raised Cupid’s anger and wanted to take revenge on him. He shot Apollo using his golden and sharp arrow, so that he fell in love with Daphne. He also shot Daphne using blunt arrow to drive all love away from Daphne. It made Apollo follow her everywhere and ask her to be his wife. But she was afraid of him. Moreover, she didn’t want to get marry with anyone. She chose to be a laurel tree. So, Apollo only can have the laurel tree, not Daphne.&lt;br /&gt;2.The qualities that were traditionally associated with Apollo are…&lt;br /&gt;Never fail in wounding beast or mortal&lt;br /&gt;Lord of Delphi&lt;br /&gt;Jove’s son&lt;br /&gt;Revealer of past, present, and future&lt;br /&gt;God of song, poetry, athletes, and healing&lt;br /&gt;3.The illustrations that shows the readers divine beings are capable of human emotions :&lt;br /&gt;God had a feeling of love, ex: Apollo loved Daphne. The evidence is “Apollo loves at first sight, he wants to marry Daphne, he hopes for what he wants.”&lt;br /&gt;Arrogant, ex: Apollo was too proud of himself. The evidence is “You don’t know it is you run away from. I am lord of Delphi…”, “I never fail in wounding beast or mortal, and not so long ago I slew python”.&lt;br /&gt;Angry, ex: Cupid was angry at Apollo. The evidence is “Your bow shoots everything, Apollo may be. But mine will fix you. You are far above all creatures living, and by just that distance your glory less than mine.”&lt;br /&gt;The illustrations that show the limits of God’s power:&lt;br /&gt;Apollo who loved Daphne, but she did not love him&lt;br /&gt;Diane, the virgin Goddess love Apollo, but he did not love her&lt;br /&gt;Daphne turned into a laurel tree.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Traditional symbolic of laurel tree :&lt;br /&gt;Green&lt;br /&gt;Shining&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The traditional symbolic of laurel tree are described in the last two paragraph. The writer says, “When her limbs grew numb and heavy. Her breaths…her shining.” Apollo says,” Let the laurel be green and shining..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Flight of Daedalus and Icarus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.The tyrant in the story is king Minos. He controlled earth and ocean. So, the citizens, including Daedulus must ask his permission if they wanted to pass through his authority area. For his own sake, he also did not let Daedulus and Icarus, his son, to leave the island. Because he was an asset for Minos.&lt;br /&gt;2.Things that foreshadow the ending :&lt;br /&gt;Daedalus made wings from feathers and wax&lt;br /&gt;He and Icarus escaped from the island by flying through the air and using the wings.&lt;br /&gt;On the sky, Icarus flied too high&lt;br /&gt;The Bonds of the Icarus wings were loosened, the fastening melted, her /his moving arms held in the desert of air.&lt;br /&gt;The wax was gone&lt;br /&gt;Icarus fell down to the sea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The poet makes sure that the readers emotions are aroused by telling chronologically the process of how Icarus fell down to the sea.&lt;br /&gt;The strongest emotion at the end is tragic&lt;br /&gt;3.In this story, there are some actions that symbolize something, such as :&lt;br /&gt;The action when Daedalus wanted to go back Athens, his homeland, can be seen as the presumptuous pride of humans. He did it because he was so proud of his homeland.&lt;br /&gt;The action when Icarus fell down from the sky shows the rashness or impetuosity of heedless youth. Because he flied too high, the bonds of the wings were loosened and the wings were gone. So, he fell down to the water/ses. His heedless had caused his death.&lt;br /&gt;The action when Daealus created wings using feathers and wax shows the Boundless of human inspiration. So, human can make everything he wants, based on what his mind thinks about something.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orpheus and Eurydice in the underworld&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Orpheus was a singer and a poet. There, he used poetical words and music in begging. Hades to bring Eurydice, his wife, back to the world with him. His words and his music really touched other people, so did Hades and Persephone, Hades wife. They could feel what Orpheus felt: grief, the power of love, his strength, from his words and his music. That was why Hades not Persephone had harshness to refuse him. To take Eurydice back. The Evidence :&lt;br /&gt;“And with his words, the music,&lt;br /&gt;Tantalus tried no more to reach the water,&lt;br /&gt; And Syphus…The furies weft..&lt;br /&gt; Neither the king not the concord….him&lt;br /&gt; And they called her, Eurydice.”&lt;br /&gt;2.There are some illusions used by the writer to symbolized something, such as :&lt;br /&gt;The allusion of Tantalus, who was a former king punished by hunger and thirst, can be found in the last paragraph, line 3, 4, 5. It is showed when Orpheus sat beside the bank, in filthy garments, and tears, without food for seven days, waiting for Eurydice&lt;br /&gt;The allusion of Syphus, who had been condemned to endless fruitless labor, can be seen in the fact that Orpheus had to start from the beginning of his attempts to take Eurydice back to the above world. The reason was because he broke the condition.&lt;br /&gt;The allusion of the furies, who were tormented and punished criminal, is showed when Orpheus broke the condition given by Hades. He had promised Hades not to turn back his gaze, or the gift would be in vain. It was proved when he had to get the fact of loosing Eurydice for the second time. It was his punishment of disobey Hades.&lt;br /&gt;3.Orpheus was given a gift by Hades. Hades let Eurydice back to the world above, but with one condition. It was Orpheus must not turn back to look at her until they had safely arrived in the world above. Unfortunately, he broke it/disable the condition, finally, Eurydice disappeared, which meant she went back to the underworld.&lt;br /&gt;4. I do not think that Hades was malicious or insincere in granting the wish of Orpheus because merely he canceled it. In underworld he was the leader, so he had rules in leading it, just like when he granted. Orpheus wishes with a condition. I believe that this was one of rules in underworld. So, he just followed the rule.&lt;br /&gt;The evidence: “Neither the king nor consort had harshness to refuse him. And they called her, Eurydice….., with the new shades of hell. And Orpheus received her, but one term was set: he must not…..,or the gift would be in vain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* I think the poet does not want us to blame Orpheus for not observing the condition that had been imposed. We can see it from the language he uses. He does not use satirical language or harsh words in telling it, Just like in these sentences, “looked back in love and she was gone, in a moment.”&lt;br /&gt;He also tries to be neutral in telling it, either blaming or standing up for Orpheus. There he tells that. Orpheus broke the condition, but he also tells how Orpheus loved his wife so much, so that he decided to look back to her. I think he lets the readers have their own opinion (blaming or thinking him right), not to persuade the readers. The evidence:&lt;br /&gt;“When he, afraid that she might falter, eager to see her looked back in love-and she was gone, in a moment,”&lt;br /&gt;“This privilege for my wife, one thing is certain: I do not want to go back either, triumph. In the death of two.”&lt;br /&gt;“One thing, only:  He loved her. He could hardly hear her calling: Farewell !! When she was gone.”&lt;br /&gt;“In vain the prayers of Orpheus and his longing. To cross the river once more, the boatman…and tasting. No food whatever. Trouble, grief…he wondered on.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Of course, he wants the readers to get massages from the myth that above all powers humans have, there is the strongest power, God. If god wants something happens, then something happens, even the strongest human cannot prevent it. So, no matter how hard God’s rules. We must obey them, because it is for our own sake.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-1530092963796278236?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/1530092963796278236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=1530092963796278236&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/1530092963796278236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/1530092963796278236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2007/12/history-of-english-literature.html' title='History of English Literature'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-3208143898567842936</id><published>2007-11-20T09:53:00.001-08:00</published><updated>2007-11-20T10:00:43.554-08:00</updated><title type='text'>Just Wanna Scream (at Ur ears!)</title><content type='html'>As your soul begins to journey, you won't see the shinning glory dancing with desire.&lt;br /&gt;I can feel your fear of hunger now.&lt;br /&gt;But sorry to say, I am blessed with lights of love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do the best to be better!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-3208143898567842936?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/3208143898567842936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=3208143898567842936&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/3208143898567842936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/3208143898567842936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2007/11/just-wanna-scream-at-ur-ears.html' title='Just Wanna Scream (at Ur ears!)'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3590792939326875935.post-6258613327252492068</id><published>2007-11-09T06:03:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T09:35:15.848-08:00</updated><title type='text'>Ridiculous Story (Hehehehe)</title><content type='html'>“&lt;em&gt;for you, gal!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Saat engkau pergi membanting hati, lalu pergi tinggalkan diriku dengan membawa maksud yang tak pernah engkau ungkapkan. Hanya justifikasi yang selalu aku dengar darimu. Pengelakan yang engkau dengungkan hanyalah ‘pelega janggal’ belaka. Aku trima, aku biarkan kemauanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Waktu engkau tak lagi di sisi, aku selalu isi hariku sendiri. Mungkin engkau berpikir aku akan menangis dan terus menyesali, meratapi nasibku. Mungkin engkau berpikir aku akan terus berlari mengejarmu dan memohonmu untuk kembali hingga engkau merasa semakin tinggi dan tak mau sejajar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Simpan saja pikiranmu itu, kuburlah dalam anganmu. Aku bukanlah pecundang. Aku akan menjadi pemenang. Pemenang dari keadilan. Aku tidak egois, tapi rentetan kesalahan yang tanpa engkau sesali itu hanya akan menjadi  euphoria saja nantinya. Engkau baru akan menyadarinya kelak ketika semuanya sudah terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jerit, tangis, tetes air mata, dan keringat. Gelegar tawa, luka bahagia, dan berdarah. Ekspresi yang penuh kreasi engkau bangun seirama hati hanyalah dunia mimpi yang mengalir di otakmu. Pikiranmu terpaut karena hasut, penuh tanda tanya yang engkau sendiripun tak mengerti mana yang harus engkau tempuh. Engkau terus digoda dan dirayu sampai tercuci semua saraf di kepala, lalu menjalar sampai ke hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Melesat secepat kilat menembus angkasa. Jauh engkau tinggalkan masa depanmu. Terbang melayang tanpa tujuan pasti. Panas-dingin menjadi demam tanpa kompromi. Diam tak bergeming engkau mengembangkan sayapmu. Surga benar-benar serasa engkau perkosa, walau neraka-pun pernah engkau jamah karena aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lihatlah kembali kebebasanmu. Kebebasan adalah bukannya tanpa tanggung jawab, kewajiban-kewajibanmu terhadap orang-orang yang seharusnya engkau ampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jikalau engkau memang berpengetahuan oleh begitu banyak buku yang telah engkau baca, orang-orang  tidak akan heran dengan apa yang telah, sedang, dan akan engkau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang-orang yang berpengetahuan sama artinya dengan orang-orang yang berpikir logis dan realistis. Apakah engkau termasuk di dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Wahai engkau, orang (yang mengaku) berpengetahuan oleh banyak buku, dapatkah kamu mengartikan “Fallen Social Engineering”? Kurasa engkau hanya akan bertanya sana-sini, karena engkau sebenarnya tidak tahu apa-apa. Engkau hanyalah seorang yang mempunyai  regular superego.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;br /&gt;Artikanlah sendiri istilah di atas, gal… hehehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-Nove, 07-&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3590792939326875935-6258613327252492068?l=koent-widya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koent-widya.blogspot.com/feeds/6258613327252492068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3590792939326875935&amp;postID=6258613327252492068&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/6258613327252492068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3590792939326875935/posts/default/6258613327252492068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koent-widya.blogspot.com/2007/11/ridiculous-story-hehehehe.html' title='Ridiculous Story (Hehehehe)'/><author><name>koent widya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03847971808516969427</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_eS6grA8QguY/SDPGf-w0D7I/AAAAAAAAACk/op6igBHIhJY/S220/Karl+May.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
